Di pulau Mengare terdapat sebuah benteng
peningalan portugis tepatnya di Pantai Binting terdapat sebuah Benteng
peninggalan bangsa Portugis yang bernama Benteng Lodewijk enteng
Lodewijk memiliki denah berbentuk empat persegi panjang.yang didirikan sekitar
tahun tahun 1800an yang pimpinan pembangunan benteng ini bernama
Laksamana Buyskess.. dinamakan benteng Lodewijk karena untuk menghormati Louis
Bonaparte sebagai orang yg mengangkat daendels sebagai gubernur jenderal pada saat itu tepatnya di desa Tajung
widoro. sebenar nya masih banyak benteng yang lain akan tetapi semua tinggal
puing -puingnya saja
sepanjang perjalanan menyusuri muaora sungai menuju pantai letak Benteng
Lodewijk, akan ditemui deretan hutan Bakau hijau nan indah.
setelah
menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, akhirnya sampai juga di Pantai Benteng
Lodewijk.
Di
sebelah selatan Benteng mengalir sungai Cemara dan Sisi timur benteng ini
membentang selat Madura.
Menurut
catatan sejarah kolonial Inggris, disebutkan bahwa Benteng Lodewijk berdiri di
ujung sebuah endapan lumpur yang menjorok kearah selat Madura sejauh 1400 yard
dari Pulau Mengare
hamparan hutan yang ada di sekita Benteng Lodewijk
Reruntuhan Benteng Lodewijk
Berikut peta kuno Benteng Lodewijk, pulau mengare ( dulu bernama menarie
) dan perairan daerah sekitarnya.
Reruntuhan Pulau Benteng Lodewijk dimana Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1830an di tengah laut dan saat ini lokasi ini masuk pulau Mengare kecamatan Bungah kabupaten Gresik.
Pada masa itu ada kekuatan yg berupaya memperebutkan area jajahan, satu pihak yaitu aliansi dari Austria, Prusia dan Rusia sedangkan pihak lain ada Belanda dan Perancis. Pada masa itu Napoleon Bonaparte menunjuk langsung Herman William Daendels untuk membuat pertahanan di Pulau Jawa dari serangan Inggris. Instruksi ini diberikan dalam 37 PASAL pada tanggal 29 Januari 1807. Benteng ini bersamaan dibangunnya dengan Benteng Teluk Meuween di Ujung Kulon.
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumur tersebut banyak sekali terdapat di tiga desa yang ada di pulau Mengare karna dulu disana tempat tinggal para tentara kolonial Belanda
Ketika
Belanda kembali berkuasa pada tahun 1817, monopoli diberlakukan lagi.
Diberlakukan lagi sistem ekonomi uang kertas yang sangat dibenci dan keluar
perintah sistem kerja paksa (rodi).juga termasuk d pulau mengare juga sama.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar